A.
KONSEP DASAR
PERKEMBANGAN
Selama
hidup manusia tidak pernah statis,
sejak lahir sampai meninggal manusia selalu mengalami perubahan. Sehubungan
dengan perubahan tersebutdikenal dua macam
perubahan yaitu :
1.
Pertumbuhan
yang diartikan sebagai perubahan yang yang bersifat kuntitatif, yaitu
bertambahnya ukuran dan struktur.
2.
Perkembangan
yang di artikan sebagai perubahan yang bersifat kualitatif, yaitu perubahan
yang progresif, koheren dan teratur.
Perubahan
yang dialami manusia merupakan integrasi dari berbagai prubahan struktur dan
fungsi, karena itu perubahan ini tergantung pada hal-hal yang dialami
sebelumnya dan mempengaruhi hal-hal yang terjadi sesudahnya. Secara umum
perubahan-perubahan yang terjadi pada diri manusia meliputi empat tipe, yaitu :
1.
Perubahan
ukuran yang meliputi perubahan fisik seperti bertambah tinggi, bertambah berat,
besarnya organ-organ dan sebagainya.
2.
Perubahan
proporsi, dapat diamati dari perbandingan antara ukuran-ukuran tubuh manusia
yang mengalami perubahan. Ada bagian
tubuh yang berkembang pesat, ada pula bagian tubuh yang berkembang lambat
dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.
3.
Hilangnya
sifat-sifatatau keadaan tertentu, misalnya hilangnya rambut dan gigi pada bayi, hilangnya sifat kekanak-kanakan,
hilangnya gerakan-gerakan bayi yang
tidak bermakna, dan sebagainya.
4.
Munculnya
sifat-sifat atau keadaan-keadaan baru,
misalnya munculnya karakteristik-karakteristik seksual, standar-standar moral,
dan sebagainya.
Bila
ditinjau dari faktor-faktor yang menentukan terjadinyaperubahan pada diri
manusia, dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang berperan yakni faktor
kematangan dan faktor belajar.[1]
1.
PENGERTIAN DAN
CIRI-CIRI PERKEMBANGAN
Perkembangan
dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinyu
(berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati” (The progressive and continuous change in the
organism from birt to deth ). Pengertian lain dari perkembangan adalah
“perubahan-perubahan yang dialami individu atau
organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang
berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan,
baik menyangkut fisik maupun psikis.
Yang dimaksud
dengan sistematis, progresif, dan berkesinambungan dalah sebagai berikut :
a.
Sistematis, berarti
perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling
mempengaruhi antara bagian-bagian organisme (fisik dan psikis) dan merupakan
satu kesatuan yang harmonis. Contohnya : kemampuan berjalan seorang anak
seiring dengan matangnya otot-otot kaki, dan lain-lain.
b.
Progresif, berarti
perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam (meluas) baik
secara kuntitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Contohnya : terjadi
perubahan propirsi dan ukuran fisik anak, dan perubahan pengetahuan anak dari
yang sederhana kepada yang kompleks.
c.
Berkesinambungan, perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlansu g secara
beraturan atau berurutan, tidak terjadi secara kebetulan atau loncat-loncat.
Contohnya : untuk dapat berdiri, seorang anak harus menguasai tahapan
perkembangan sebelumnya, yaitu kemampuan duduk dan merangkak.
Perkembangan
itu secara umum mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
ü Terjadinya perubahan dalam :
a.
Asfek fisik :
perubahan tinggi dan berat badan serta organ-organ tubuh lainnya.
b.
Asfek psikis :
semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berfikir,
mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatifnya.
ü Terjadinya
perubahan proporsi dalam :
a.
Asfek fisik :
proporsi tubuh anak berubah sesuai dangan fase perkembangannya dan pada usia
remaja proporsi tubuh anak mendekati proporsi tubuh usia remaja.
b.
Asfek fsikis :
perubahan imajinasi dari yang fantasi ke realitas, dan perubahan perhatiannya
dari yang tertuju pada dirinya sendiri
perlahan-lahan beralih pada orang lain (teman sebaya)
ü Lenyapnya tanda-tanda yang lama :
a.
Tanda-tanda
fisik : lemyapnya kelenjar Thymus (kelenjar anak-anak) yang terletak pada
bagian dada, kelenjarPineal pada bawah otak, rambut-rambut halus dan gigi susu.
b.
Tanda-tanda
psikis : lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak dan
perilaku impulsive (dorongan untuk bertindak sebelum berfikir).
ü Diperolehnya tanda-tanda yang baru :
a.
Tanda-tanda
fisik :pergantian gigi dan karakteristik seks pada usia remaja, baik primer
maupun sekunder.
b.
Tanda-tanda
psikis : berkembangnya rasa ingin tahu terutama yang berhubungan dengan seks,
ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, dan keyakinan beragama.
2.
PRINSIP-PRINSIP
PERKEMBANGAN
a)
Perkembangan
Merupakan Proses Yang Tidak Pernah Berhenti (Never Ending Proses)
Manusia
secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman
atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsug secara terus menerus
sejak masa konsepsi, sampai mencapai kematangan.
b)
Semua Aspek
Perkembangan Saling Mempengaruhi
Setiap
aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, intelegensi, maupun social,
satu sama lainnya saling mempemgaruhi. Terdapat hubungan atau korelasi yang
positif diantara asfek tersebut. Apabila seorang anak dalam perkembangan
fisiknya mengalami gangguan (sering sakit-sakitan), maka dia akan mengalami
kemandegan dalam perkembangan aspek lainnya, seperti kecerdasaannya kurang berkembang
dan mangalami kelebihan emosional.
c)
Perkembangan Itu
Mengikuti Arah Atau Pola Tertentu
Perkembangan
terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap
perkembangan merupakan hasil perkembangan tahap sebelumya yang merupakan prasyarat
bagi perkembangan selanjutnya.
Sementara
itu, Yelon dan Weinsten (1977) mengemukakan tentang arah atau pola perkembangan
itu sebagai berikut :
·
Cephalicaudal
and proximal-distal. Maksudnya,
perkembangan manusia itu mulai dari kaki ke kepala(Cephalicaudal) , dan
dari tengah: paru-paru, jantung, dan sebagainya, ke pinggir : tangan (proximal-distal).
·
Stuktur
mendahului fungsi. Ini berarti bahwa anggota tubuh individu itu akan berfungsi
setelah matang strukturnya.
·
Perkembangan itu
berdiferensiasi. Maksudnya perkembangan itu berlansung dari yang khusus
(spesipik). Dalam semua aspek perkembangan, baik motoric (pisik) maupun mental
(psikis). Respon anak pada mulanya bersifat umum.
·
Perkembangan itu
berlansung dari konkrit ke abstrak. Maksudnya, perkembangan itu berprsoses dari
satu kemampuan berfikir yang konkrit (objeknya tampak) menuju ke abstrak
(objeknya tidak tampak).
·
Perkembangan itu
berlansung dari egosentrisme ke perspektivisme. Ini berarti pada mulanya
seorang anak hanya melihat atau memperhatikannya dirinya sendiri sebagai pusat,
dia melihat bahwa lingkungan itu harus memenuhi kebutuhan dirinya. Melalui
pengalamannya dalam bergaul dengan teman sebaya atau orang lain, lambat laun
sikap egosentris itu berubah menjadi perspektivisme (anak sudah memiliki sikap
simpati atau memperhatikan kepentingan orang lain).
·
Perkembangan itu
berlansung dari “outter control to inner control”. Maksudnya, pada
awalnya anak sangat bergantung pada orang lain (terutama orangtuanya), baik
menyangkut pemenuhan kebutuhan fisikmaupn psikisnya, sehingga dia dalam
menjalani hidupnya masih didominasi oleh
pengontrolan atau pengawasan dari luar (out control). Seiring
bertambagnya pengalaman atau belajar dari pergaulan sosisl tentang norma atau
nilai-nilai, baik dilingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya atau masyarakat,
anak dapat mengembangkan kemampuan untuk mengontrol dirinya (inner control),
seperti : dapat menganbil keputusan dan memecahkan masalahnya sendiri.
d)
Perkembangan
Terjadi Pada Tempo Yang Berlainan
Perkembangan
fisik dan mental mencapai kematangannya pada waktu dan tmpi yang berbeda (ada
yang cepat dan ada yang lambat).
Umpamanya :
·
Otak mencapai
ukurannya yang sempurna pada umur 6-8 tahun.
·
Tangan, kaki,
dan hidung mencapai perkembangan yang maksimum pada masa remaja.
·
Imajinasi
kreatif berkembang dengan cepat pada masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya
pada masa remaja.
e)
Setip Fase
Perkembangan Mempunyai Ciri Khas
Prinsip
ini dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut :
·
Sampai usia 2
tahun,anak memusatkan untuk untuk mengenal lingkungannya, mengusai gerak-gerik
fisik dan belajar berbicara.
·
Pada usia 3-6
tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia social (belajar bergaul
dengan orang lain).
f)
Setiap Individu
Yang Normal Akan Mengalami Tahapan/Fase Perkembangan
Prinsip ini
berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu
akan mengalami fase-fase perkembangan, yakni : bayi, kanak-kanak, anak, dewasa.[2]
Dalam buku lain, prinsip perkembanganadalah
:
1. Perkembangan sebagai fungsi interaksi
antara organisme dengan lingkungan
Suatu pandangan menyatakan bahwa faktor pembawaan
merupakan factor yang paling penting dalam perkembangan. Pandangan lain
menyatakan sebaliknya, bahwa lingkunganlah yang merupakan faktor yang paling
menentukan.
2. Perkembangan berlangsung lebih cepat pada
tahun-tahun permulaan
Pada usia 9 bulan dalam kandungan, berat bayi ada yang
mencapai 4 kg, suatu penambahan berat sebesar 500 kali berat tatkala
terjadinyapembuahan sel telur oleh sperma. Perkembangan yang paling cepat
terjadi pada tahun-tahun permulaan, tetapi perlu disadari bahwa perkembangan
itu berlangsung seumur hidup
3. Pengaruh kematangan terhadap hasil-hasil
latihanLatihan dan pengajaran dapat berlansung secara produktif jika
pertumbuhan dalam diri individu kelak terjadi secara memadai, artinya otot,
syaraf, dan otak harus berkembang dulu sampai tingkatan tertentu.
4. Polo-pola tingkah laku berkembang secara
berurutan
Perkembangan adalah proses yang terjadi secara
teratur, selangkah demi selangkah. Setiap keterampilan, sifat, atau kemampuan
harus mempunyai dasar-dasar yang mendahuluinya.
5. Laju perkembangan bersifat individual
Setiap individu memiliki laju perkembangan sendiri-sendiri.
Kecepatan perkembangan individu-individu itu berlainan satu dengan yang
lainnya.
6. Laju perkembangan individual itu bersifat
konstanseorang
Maksudnya adalah anak yang memiliki IQ tinggi saat masih kecil
cendrung untuk mempertahankannya sampai tahun-tahun berikutnya.
7. Perkembangan itu merupakan diferensiasi dan
integrasi
Pertumbuhan fisik pada usia sebelum lahir merupakan gambaran yang jelas
dari deferensiasai. Adapun integrasi adalah tingkah laku yang terorganisir,
harmonis, dan efisien terjadi bersama dengan diferensiasi.[3]
3. FASE-FASE PERKEMBANGAN
1)
Pengertian Dan
Kriteria Menentukan Fase Perkembangan
Fase
perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang
perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola tingkah
laku tertentu.
2)
Kriteria
Penahapan Perkembangan
Dalam
hubungannya dengan proses belajar-mengajar (pendidikan), pentahapan
perkembangan yang dipergunakan sebaiknya bersifat elektif, maksudnya tidak
terpaku pada satu pendapat saja tetapi bersifat luas untuk meramu dari berbagai
pendapat yang mempunyai hubungan yang erat. Berdasarkan pendirian tersebut,
perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan itu dapat digambarkan
melewati fase-fase berikut.[4]
Fase-fase perkembangan individu
|
TAHAP PERKEMBANGAN
|
USIA
|
|
Masa usia prasekolah
Masa usia sekolah dasar
Masa usia sekolah menengah
Masa usia mahasiswa
|
0,0 - 6,0
6,0 – 12,0
12,0 – 18,0
18,0 - 25,0
|
Sementara
itu Santrok dan Yussen membagi fase perkembangan berdasarkan waktu-waktu yang
dilalui manusia, yakni :
1)
Fase pra
natal (saat dalam kandungan)
adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran.
2)
Fase bayi adalah saat perkembangan yang berlansung sejak lahir
sampai 18 atau 24 bulan.
3)
Fase
kana-kanak awal adalah fase
perkembangan yang berlansung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun,
kadang-kadang disebut masa pra sekolah.
4)
Fase
kanak-kanak tengah dan akhir adalah
fase perkembangan yang berlansung sejak kira-kira 6-11 tahun.
5)
Fase remajaadalah fase perkembangan yang merupakan transisi dari
masa kanak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 10-12 tahun
dan berakhir kira-kira umur 18-22 tahun.[5]
B.
KONSEP DASAR
PERKEMBANGAN PESRTA DIDIK
1.
PERKEMBANGAN
Menurut Rena Akbar Hawadi (2001) perkembangan secara
luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki
individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat, dan ciri-ciri yang baru.
Didalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia yang dimiliki saat
pembuahan dan berakhir dengan kematian. Menurut F.J. Monks, dkk., (2001), pengertian
perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak
begitu saja diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat
tetap dan tidak dapat diulang kembali.
Kesimpulan umum yang dapat ditarik dari beberapa definisi
diatas adalah perkembangan tidak terbatas pada pertumbuhan yang semakin membesar,
melainkan juga didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlansung
secara terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan
rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kemaatangan melalui pertumbuhan,
pemasakan dan belajar.[6]
Perkembangan menunjukkan suatu proses
tertentu, yaitu suatu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang
kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit
banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulang. Perkembangan menunjukkan pada
perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju.[7]
Dalam mempelajari perkembangan peserta didik kita akan
memperoleh beberapa keuntungan, diantaranya :
·
Mempunyai
ekspentasi yang nyata tentang anak dan remaja
·
Dapat merespon
dengan baik perilaku tertentu dari seorang anak
·
Membantu
mengenali berbagai penyimpangan dari
perkembangan yang normal
·
Membantu
memahami perkembangan diri sendiri.
Hal yang mendasari pentingnya mengetahui perkembangan
peserta didik :
·
Masa
Perkembangan Yang Cepat
·
Pengaruh Yang
Lama
·
Proses yang
Kompleks
·
Nilai yang
Diterapkan
·
Masalah yang
menarik.[8]
Adapun faedah mempelajari perkembangan peserta didik antaran
lain :
Faeadah
mempelajari perkembangan peserta didik banyak sekali, diantaranya seperti
mahasiswa mahasiswa mwmiliki pengetahuan tentang perkembangan peserta didik dan
berbagai persoalan khususnya pada anak dan remaja, baik sekolah atau madrasah
serta dalam kehidupan sehari-hari. Faedah mempelajari perkembangan peserta
didik antara lain :
·
Dapat memahami
secara garis besar pola umum perkembangan peserta didik pada tiap-tiap fase.
·
Dapat
memunculkan sikap senang bergaul dengan orang lain terutama pada anak dan
remaja dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
·
Dapat
mengarahkan seseorang untuk dapat berbuat dan berperilaku yang selaras dengan
tingkat perkembangan orang lain.
·
Khusus bagi
pendidik, dapat memahami dan memberikan bimbingan dan arahan kepada anak didik
perkembangannya.
Faedah
mempelajari perkembangan peserta didik tentu akan memberikan kemudahan bagi
pendidikan terutama dalam mengenali dan memahami serta memberikan arahan baik
dalam belajar maupun dalam memberikan solusi kepada anak didik terhadap setiap
persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. [9]
2.
PERTUMBUHAN
C.P. Chaplin (2002), mengartikan pertumbuhan sebagai
satu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian-bagian tubuh atau
organisme sebagai suatu keseluruhan. Menurut A.E. Sinolungan (1997) pertumbuhan
merujuk pada perubahan kuantitatif, yaitu dapat dihitung atau diukur, seperti
panjang atau berat tubuh. Ahmad tantowi (1993) mengartikan pertumbuhan sebagai perubahan
jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan
(multiplication) sel-sel.
Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa
istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk pada perubahan-perubahan
yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan
dalam ukuran dan struktur.[10]
Pertumbuhan adalah perubahan secara
fisiologis dari hasil proses kematangan fungsi-fungsi jasmani sebagai akibat
dari adanya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses
berubahnya keadaan fisik yang turun temurun dalam bentuk proses aktif yang
berkesinambungan. [11]
3.
KEMATANGAN
Pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani sebenarnya
merupakan satu kesatuan dalam diri manusia yang saling mempengaruhi satu sama
lain. Laju perkembangan rohani dipengaruhi oleh laju pertumbuhan jasmani, denikian
pula sebaliknya. Pertumbuhan dan perkembangan itu pada umumnya berjalan selaras
dan pada tahap-tahap tertentu menghasilkan suatu “kematangan”, baik kematangan
jasmani maupun kematangan mental.
Kematangan itu sebenarnya merupakan suatu potensi yang
dibawa individu sejak lahir. Timbul dan bersatu dalam pembawaannya serta turut
mengatur pola perkembangan tingkah laku individu. Meskipun demikian, kematangan
tidak dapat dikategorikan sebagai factor keturunan atau pembawaan, karena
kematangan ini merupakan suatu sifat tersendiri yang umum dimiliki oleh setiap
individu dalam bentuk dan masa tertentu.
Kematangan menunjuk pada proses interinsik
dari pencapaian tahap-tahap perkembangan. Kematangan lebih merupakan gejala
biologis daripada gejala psikologis atau belajar.
4.
PERUBAHAN
Perkembangan mengandung perubahan-perubahan, tetapi bukan berarti perubahan
bermakna perkembangan. Perubahan-perubahan itu tidak pula mempengaruhi proses
perkembangan seseorang dengan cara yang sama. Perubahan-perubahan dalam
perkembangan bertujuan untuk memungkinkan orang menyesuaikan diri dengan
lingkungan dimana ia hidup. Untuk mencapai tujuan ini, realisasi diri merupakan
faktor yang sangat penting. Tujuan ini dapat dianggap sebagai suatu dorongan
untuk melakukan sesuatu yang tepat, untuk menjadi manusia yang diinginkan baik
secara fisik maupun psikis. [12]
C.
ANALISIS MAKALAH
MENURUT AYAT AL-QUR’AN
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan
proses yang berangsur-angsur dalam kehidupan
manusia.
Allah telah menciptakan
manusia dari berbagai tahap
pertumbuhan dan perkembangan. Dengan
kata lain, kehidupan manusia memiliki
pola dalam tahapan-tahapan
tertentu yang termasuk tahapan dari pembuahan sampai
kematian. Seperti firman Allah dalam surah Al-Furqon
ayat 2 berikut ini :
وَخَلَقَ
كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Artinya
:dan
Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat. (QS. Surah Al-Furqon : 2).
Dari ayat
diatas dapat dipahami
bahwa perkembangan
dan pertumbuhan yang
di alami
oleh manusia telah di
tetapkan
jauh-jauh hari oleh Allah SWT. Tahapan-tahapan tersebut sangat
tertata dengan rapi dan
sanga tberaturan, Allah telah menetapkan perkembangan
dan pertumbuhan yang dialami manusia berbeda
antara manusia yang satu dan
manusia yang lain, ada yang mengalami
pertumbuhan dengan cepat dan
ada pula yang melalui masa pertumbuhannya dengan
lamban karena adanya
suatu penyebab.
Ayat kedua yang berkaitan dengan pertumbuhan
dan perkembangan adalah
Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 54 sebagaiberikut :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ
ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ
مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Artinya
: Allah-lah yang menciptakan kamu dari
keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi
kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah
(kembali) dan beruban.
Dia
menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.
(QS. Surah Ar-Rum : 54).
Dari ayat
tersebut dapat kita pahami
bahwa pertumbuhan dan
perkembangan yang di alami
manusia tidak bisa terpisah,
artinya
selalu seiring sejalan.
Allah mula-mula menjadikan
kita lemah yakni
saat kita bayi, saat
kita tidak bias
melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain. Dan kemudian seiring dengan berjalannya waktu,
Allah menjadikan kita
kuat, yakni saat kita tumbuh
remaja dan dewasa,
saat
kita bisa melakukan
apapun. Tapi kemudian, sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Kita akan bertambah lemah,
yakni saat kita
menjadi tua, kita kembali seperti keadaan tidak bias melakukan
apapun sama seperti
ketika kita bayi.
Inilah
takdir yang telah dituliskan oleh Allah SWT. Dan kita senantiasa
harus tetap berjalan
dijalan-Nya.
Ayat
ke-tiga yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan terdapat pada
Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 70 :
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ
يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا
يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Artinya : Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara
kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia
tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(QS. An-Nahl : 70)
Ayat ke-empat yang berkaitan
dengan perubahan yakni
dalam Al-Qur’an surah Al-Anfal ayat
53 yang berbunyi :
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا
عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
Artinya
: (siksaan) yang
demikian
itu karena sesungguhnya
Allah tidak akan
mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya
kepada
suatu kaum, hingga kaum
itu mengubah apa
yang ada
dalam diri mereka
sendiri. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Mengetahui (QS.surah Al-Anfal : 53).
Dari ayat
diatas, kita dapat mengambil pelajaran
bahwa perubahan itu
sesungguhnya ditentukan oleh diri kita
sendiri. Jika kita ingin mengubah
nasib kita misalnya,
kita
harus berusaha dan
terus berikhtiar kepada
Allah SWT. Karena Allah tidak akan mengubah
nasib kita jika
kita hanya berdiam
diri saja dan
menunggu datangnya sebuah keajaiban. Perubahan
dalam kaitannya dengan
perkembangan yakni perubahan megajarkan
seseorang untuk bias menyesuaikan
dirinya dengan lingkungan, dan kaitannya
dengan ayat ini
adalah perubahan mendorong
seseorang untuk bisa mengubah
dirinya kearah yang lebih positif, walaupun ada juga perubahan
yang mengarah kearah yang negative.
Ayat ke-lima
yang berkaitan dengan
perubahan adalah dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’d
ayat ke 11, yakni sebagai
berikut :
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ
يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ
حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ
سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Artinya
:baginya (manusia) ada malaikat-malaikat
yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya.
Mereka
menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Dan
apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka taka da yang
dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Surah
Ar-Ra’d : 11).
Dari ayat ini menyebutkan bahwa Allah Swt menetapkan para malaikat
bagi setiap orang, yang bertugas mengawasi dan menjaganya dari seitap bahaya
dan musibah. Tetapi, oleh karena seluruh alam raya ini adalah makhluk Allah,
dan setiap peristiwa terjadi sesuai dengan kehendak-Nya, maka al-Quran menyebut
peristiwa alami sebagai urusan Allah. Oleh karena itu, malaikat melindungi kita
dari musibah yang berlaku di luar kekuasaan kita. Namun nasib kita sebagai umat
manusia, baik individu maupun sosial, berada di tangan kita sendiri dan
hendaknya kita tidak berharap bahwa Allah akan menyerahkan utusan penentuan
nasib kepada para malaikat. Seandainya akan terjadi perubahan dalam sistem
masyarakat seperti perubahan kondisi masyarakat yang rusak menjadi masyarakat
baik dan sistem keadilan menggantikan kezaliman, maka hendaknya kita tidak
menunggu mukjizat dari Allah Swt.
DAFTAR PUSTAKA
Dra.Hj. T. Sutjihati somantri, M.Si.,psi. (2009), Psikologi
Anak Luar Biasa, Bandung :PT. Refika
Adimata
Baharudin, (2009) pendidikan dan psikologi perkembangan, Yogyakarta : AR-RUZZ MEDIA
Prof. Dr. M. Djawad Dahlan, (2011)
Perkembangan Anak dan Remaja, PT. Remaja Rosdakarya
Mulyani sumantri, Nana syaodih, Perkembangan
peserta didik.(2009),
Jakarta: universitas terbuka,
departemen pendidikan
nasional
Desmita, psikologi perkembangan peserta didik, (,2009), bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
DRS. H. Abu ahmadi, DRS. Munawarsoleh, psikologi perkembangan.(2005), Jakarta: PT. Rineka cipta.
Amrullah & Hully, (2011), perkembanganpesertadidik,
mataram :Alam Tara institute
Dra. Netty hartati, M.Si, dkk, islamdanpsikologi, (2004),
Jakarta:PT .Raja Grafindo Persada
Syamsu Yusuf LN, hakikat perkembangan peserta didik, (2001), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
[1] Dra.Hj. T. Sutjihati somantri, M.Si., psi. Psikologi Anak Luar
Biasa, (Bandung : PT. Refika Adimata, 2009), hlm,1-2
[2]Syamsu Yusuf LN, hakikat perkembangan
peserta didik, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, cetakan ke-2 2001),
hlm. 4-8
[3] Baharudin, pendidikan dan psikologi
perkembangan, (Yogyakarta : AR-RUZZ MEDIA, Cetakan pertama 2009), hlm.
85-86
[4] Prof. Dr. M. Djawad Dahlan. Perkembangan
Anak dan Remaja. (PT. Remaja Rosdakarya : 2011). Hlm : 15-23
[5]Mulyani sumantri, Nana syaodih, Perkembangan
peserta didik. (Jakarta: universitas terbuka, departemen pendidikan
nasional, 2009) hlm, 1.9-1.10
[7]DRS. H. Abu ahmadi, DRS. Munawar soleh, psikologi
perkembangan. (Jakarta: PT. Rineka cipta, 2005). hlm. 1
[8]Mulyani sumantri, Nana Syaodih, perkembangan
peserta didik. (Jakarta: universitas terbuka, departemen pendidikan
nasional,2009) hlm, 1.2-1.4
[11]Dra. Netty hartati, M.Si, dkk, islam dan
psikologi, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 65
[12]Desmita, psikologi perkembangan peserta didik,
(bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2009), hlm. 11-13
0 komentar:
Posting Komentar